Perjalanan dari kota Gunungsitoli ke pelabuhan kabupaten Nias Barat di Sirombu dapat ditempuh dalam waktu 90 menit sampai 2 jam melewati jalan aspal hotmix bagaikan jalan tol di Pulau jawa. Tidak ada hambatan yang berarti dalam perjalanan hanya ada satu lokasi di Moi yang tanahnya sangat labil karena merupakan daerah sumber air (umbu) seterusnya ke Hilimbuase menuju Mandrehe kita akan menikmati jalan mulus dengan panorama pemandangan yang sangat indah. Selanjutnya dari Mandrehe menuju Sirombu juga kita nikmati jalan mulus sampai ke pelabuhan angin di Sirombu.
Seyogianya jika hasil pertanian/perkebunan, perikanan dan hasil kerajinan lainnya dimiliki oleh masyarakat maka akan sangat mudah dibawa ke Gunungsitoli atau keluar daerah Nias karena sarana transportasi sudah lancar dengan tersedianya angkutan-angkutan rute gunungsitoli-sirombu baik angkutan orang maupun angkutan barang seperti truk sedangkan bagi yang memiliki sepeda motor maka gunungsitoli-sirombu sudah merupakan perjalanan yang dinikmati setiap hari.
Maka kita tidak heran sekarang banyak pegawai yang kerja di Gunungsitoli tetapi bertempat tinggal di Nias Barat (Sirombu,Mandrehe,Lahömi) atau sebaliknya mereka yang bekerja di Nias Barat tetapi tinggal di Gunungsitoli demikian juga banyak PNS yang mengambil kuliah sore hari di Gunungsitoli tetapi mereka bekerja dan tinggal di Nias Barat. Seperti Bapak Yosafati Hia 25 tahun guru SD negeri Mandrehe lulusan D-2, bertempat tinggal di Sisobambowo Moro’ö dengan mengendarai sepeda motor (kereta,honda istilah disana) beliau meneruskan kuliah untuk S-1 di IKIP Gunungsitoli dengan durasi kuliah 3 kali seminggu, Selesai mengajar berangkat dari Mandrehe Jam 14.00 dan kuliah dari jam 16.00 s/d 20.00 di Gunungsitoli lalu pulang ke Sisobambowo Moro’ö dan tiba pada jam 22.00 begitu lancarnya transportasi membuat banyak SDM mau mengupgrade dirinya. Ini merupakan salah satu cara para PNS dan tenaga Honorer yang berinvestasi terhadap dirinya sendiri dengan menggunakan fasilatas jalan raya yang sudah sangat mulus.
Tentu bagi para pemodal lain lagi cara berinvestasi yang ditempuh seperti Tukang Tambal ban, bengkel sepeda motor dan mobil, jasa angkutan orang dan barang, perdagangan onderdil, perdagangan sembako dan toko kelontong, jualan bensin eceran di pinggir jalan dll. Marilah putra/putri daerah Nias barat berinvestasi diberbagai sektor seperti Pariwisata, perkebunan, perikanan,pendidikan, pertanian, home industry, perdagangan dll kampung halaman menantikan anda…..
Yang perlu dibenahi
Ada beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian untuk dibenahi sejalan dengan pengembangan wilayah kabupaten Nias Barat seperti akses jalan dari Fabaliwa Sirombu ke Simpang Lahömi di Sisobandrao, jalan menuju Onolimbu dan Sitölubanua Lahömi, jalan Simaeasi ke Onolimbu dan juga beberapa gedung sekolah seperti SD negeri Sirombu, juga pengerukan kedalaman air laut di dermaga pelabuhan Sirombu biar kapal besar bisa merapat di dermaga. ini sangat membutuhkan perbaikan sesegera mungkin.
SD Negeri Sirombu
Jalan dari Fabaliwa ke desa Onolimbu dan Sitölubanua Lahömi
Jalan di depan Cenrtum Kantor Pusat ONKP di Tugala
Jalan Mulus dari G.Sitoli Mandrehe
jalan Mulus dari Mandrehe ke Sirombu
Pelabuhan Angin Sirombu
DIarsipkan di bawah: Opini







SAMPAI KAPANKAH

Saya lihat juga di Hilimoakho Sirombu ada meja biliar yang terus beroperasi siang malam.
Menurut saya sudah saatnya di Sirombu dibuat penginapan sederhana dengan fasilitas air mandi, kipas angin dan rumah makan serta kendaraan mobil bila tamu pengen jalan-jalan. karena pengunjung disana mereka tak mau mencari yang mewah-mewah…hehehe
Sukses Nias Barat !
Di Mandrehe semua fasilitas tersedia, baik penginapan, makanan dan kendaraan sehingga kalau ada yang nginap di Mandrehe tidak akan mengalami kesulitan.
semoga di sirombu melengkapi fasilitas penginapan, rumah makan dan kendaraan.
Halo Bang Yos, salam dari Yanthy ya semoga bang Yos sukses dalam mencapai cita-citanya.
Yanthy Zega
Pematang Siantar
Dua hal yang tak habis pikir dan kontras sekali yaitu,
1. Jalan dari Tetesua ke kecamatan Lahomi yang rusak parah termasuk papan jembatan Lahomi sudah ada yang copot.
2. SD negeri Sirombu yang sudah tak layak dipakai sebagai tempat belajar anak-anak (lihat gambar diatas).
Mohon penjelasan dari yang berkompeten seperti Pemda Nias, dinas PU dan dinas pendidikan dan BRR seperti pak Willi dan Yupiter Gulo.
Terima kasih
Kepada yth Bapak Bupati Nias Binahati Baeha dan Kadis Pendidikan Martinus Lase atau penggantinya, kenapa SD Negeri Sirombu hanya terdiri dari 3 ruangan, emang kelas 1 s.d kelas 6 lain waktu masuknya atau gimana cara belajarnya ?
Kepada para anggota dewan atau caleg di DPRD I dan DPRD II Nias seperti bapak ir.Sudirman Halawa SH, Ebenezer Hia SKom, Ir.Nitema Gulo MSi, Otniel Waruwu SE, Yasao Daeli SIp, TD Gulo dll, tolong dibantu menyuarakan bahwa SD negei Sirombu tak layak dipakai utk sekolah dan segera direnovasi, Jangan sampai ada anak sekolah yang menjadi korban jika bangunan itu roboh.
Salam Perjuangan
Firdaus Gulo – Medan
ya…. Sirombu…. termasuk kec. maju di NIAS BARAT tpi Npa jalan > penghbng antr FABALIWA ke Smp. LAHOMI gak diperbaiki ??????( gak da perhatian pemerintah kita, tu khan JLN. Kbpten, mstnya pemrintah prhatin dong biar gak cpek 2 klo mau berkujng ke Kta KEC. SIROMBU…!!!!! ) Aku sebagai Alumni SMA ngri 1 SIROMBU sngt kasihn sama adek 2 ( dari arah Simp. Lahomi, Ombolata, Togimbogi dan desa yang searh ) yang lagi mnntut ilmu di sklh trsebut…. tiap hari cpk mendayung sepeda di jln yang
” R U S A K ”
KRNYA kita ank nias khususnya sirombu dapt memprhatikan daerh yg kt CINTAI INI
“”" Y A A H O WU “”"”"”"