Kajari Gunungsitoli Minta Kasi Pidum Awasi Proses Tuntutan Kasus Perusakan Pembagi Kran Air Bersih

* Masyarakat Dukung Majelis Hakim Turun ke Lapangan
Gunungsitoli, Kajari Gunungsitoli Dade Ruskandar SH MH meminta Kasi Pidana Umum Tehearo Waruwu, SH untuk mengawasi proses kasus tindak pidana perusakan pembagi kran air bersih yang dibangun oleh BRR NAD-Nias berbiaya Rp1.5 miliar dengan terdakwa IG staf kantor Camat Mandrehe Barat dan SG guru tidak tetap pada SDN Onozalukhu You Kecamatan Moro’o Kab Nias.

Menurut Kajari Gunungsitoli, kasus tersebut merupakan tindak pidana berat karena yang mereka rusak adalah fasilitas umum untuk kepentingan orang banyak maka pelakunya harus dihukum berat agar menjadi pelajaran bagi mereka yang sering arogan merusak fasilitas umum. Selain itu akibat perbuatan kedua terdakwa membuat masyarakat kesulitan mendapat air bersih sejak pembagi kran air bersih dirusak.

Kajari Gunungsitoli mengatakan kepada SIB, pihaknya menahan kedua terdakwa karena dikenakan pasal 170, dan 406, Pasal 362 dan yang mereka rusak adalah fasilitas umum yang menyesatkan orang banyak. “Maka yang menghancurkan kepentingan orang banyak harus ditindak dan walaupun ada permintaan dari berbagai pihak untuk tidak menahan, kita tetap jalankan tugas sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Sementara, Faogoosi Gulo alias Ama Weti Gulo mengatakan masyarakat Mandehe Barat mengucapkan terima kasih kepada Kajari Gunungsitoli yang menahan kedua terdakwa pada saat Polsek Mandehe menyerahkan kedua terdakwa di kejaksaan. “Kami harapkan kiranya tetap mengawasi kasus tersebut sampai JPU mengajukan tuntutan agar hukuman yang dijeratkan setimpal dengan perbuatan mereka,” ujarnya.

Dia juga berharap kepada ketua Majelis Togar S SH MH, dan anggota majelis hakim kiranya memvonis kedua terdakwa setimpal dengan perbuatannya karena sejak pembagi kran air bersih, 27 Februari 2009 mereka rusak, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

Anggota Koramil Mandehe yang juga warga Desa Orahilibadalu, Sihusi Gulo, melalui telepon selulernya Sabtu (6/6) mengatakan, sejak pembagi kran air bersih dirusak hingga sekarang memang belum berfungsi dan meminta hakim majelis agar menindak oknum Camat Mandehe Barat yang membohongi dengan memberi surat sudah berfungsi kembali.

“Rencana majelis hakim melihat ke lapangan untuk membuktikan kebenaran, kami syukuri agar lebih jelas sehingga JPU tidak memberi tuntutan hukuman ringan dan majelis hakim tidak ragu memvonis kedua terdakwa dengan hukuman setimpal dengan perbuatan mereka,” katanya.

Dilimpahkan ke Polsek Mendehe

Kapolres Nias AKBP Wawan Munawar SIK MSi, melalui Kasat Reskrim Polres Nias AKP RA Purba dan Kaurbin Ops Reskrim Polres SK Harefa, dan Kanit IV Ar Zai mengatakan laporan masyarakat Mandehe Barat tentang pemalsuan tanda tangan dan stempel dengan tuduhan pelakunya I S G, dan mantan Kades Orahilibadalu telah dilimpahkan ke Polsek Mandehe untuk ditangani.

Alasan diserahkan ke Polsek Mandehe untuk mempermudah pengambilan keterangan saksi dan kasus itu tetap dikontrol oleh Polres Nias sampai proses hukumnya tuntas. “Kita yakin kepada Kapolsek yang baru Iptu Kalvinus Gulo, selaku putra daerah di Kecamatan Mandehe dapat segera menyelesaikan kasus tersebut untuk diteruskan ke kejaksana nantinya,” katanya.

Masyarakat Mandehe Barat berharap kiranya kasus tersebut dapat dituntaskan sehingga sebelum kedua terdakwa divonis, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk diteruskan ke pengadilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: