Sekarang Pulau Asu Nias Barat pusat olah raga surfing

* Wisata di Nias Berangsur Ramai

Pulau AsuSejak krismon sebelum lengsernya Soeharto, jumlah kedatangan wisata ke Indonesia sangat merosot. Bukah hanya Bali saja yang menderita, tetapi terutama objek wisata lain seperti kepulauan Nias. Namun sebuah Yayasan Belanda aktif membantu kepulauan di Barat Sumatra itu.

Menurut Cahyo Pramono dari Radio HSS Parapat yang sempat berkunjung ke kepulauan Nias, daerah ini eksotik. Selain itu kepulauan bisa menawarkan wisata pantai tropis.

“Di pulau Nias itu sendiri ada objek wisata seperti peninggalan-peninggalan bersejarah masa lalu, tari perang, lompat batu dan acara adat, serta museum-museum peninggalan masa lalu masyarakat Nias,”  tandasnya.

Mirip orang Mongolia
Selain itu, tambah manager hotel Niagara di Parapat ini, masyarakat Nias memang mempunyai khas tersendiri. Mereka berkulit agak berbeda dengan masyarakat Indonesia lainnya. Tampangnya seperti orang Mongolia dan memiliki bahasa tersendiri pula.

Pulau Asu1Pendapat Cahyo ini didukung oleh Ibu Lydia Schröder, seorang warga Belanda bersuami orang Nias. Budaya Nias memang khas katanya. “Nias memiliki budaya cukup tua. Juga memiliki aturan-aturan sendiri yang sejak bertahun-tahun berkembang, bisa dikatakan sudah berabad-abad,” katanya.

“Rumahnya sangat besar dan bagus-bagus. Dan di sana banyak patung raja-raja zaman dulu. Rumah dan patung itu bisa dijadikan objek wisata. Walhasil tradisinya sangat tua,”   tambahnya.

Pulau Asu3Kegiatan wisata yang bisa dilakukan di Nias adalah surfing, terutama di pulau Asu, salah satu pulau kecil di kawasan kepulauan di Barat Sumatera itu. “Beberapa tahun lalu, Nias Selatan menjadi primadona surfing. Tapi saat ini Nias Barat yang menjadi pusat olahraga air itu,” tegas Cahyo Pramono.

Pulau Asu8Yang menggembirakan bagi wisata di Nias adalah meningkatknya jadwal penerbangan dari bandara Polonia Medan ke Gunung Sitoli. Dan selain itu jalan darat ke sana juga sudah cukup bagus. Dari Medan hanya dalam 1 jam sudah sampai di Bandara Binaka Nias dan bila langsung ke pelabuhan Sirombu dalam 2 jam sudah tiba disana, tidak terasa perjalanan karena begitu indahnya pemandangan kearah Nias Barat. Dari pelabuhan Sirombu cukup setengah jam naik speedboat untuk sampai ke pulau Asu.

Untuk menginap di kepulauan Nias sudah mulai ada hotel berbintang. Di sana juga banyak bungalo dan home stay. Dan bungalo-bungalo itu banyak yang terletak tidak jauh dan menghadap ke pantai.

Cari Lobster
Pulau Asu7Menurut Edison Marunduri, seorang penduduk pulau terpencil itu, banyak orang bule suka datang ke sana untuk berselancar. Tapi banyak juga kegiatan lain yang bisa dilakukan di sana. Edison: “Main selancar dan mancing, cari lobster dan juga untuk istirahat, menikmati sunset, menyelam, berjemur dan sebagainya”. Di pulau Asu banyak tersedia rumah yang dijadikan tempat menginap dan juga perahu untuk pergi memancing dan menyelam.

Menurut warga pulau Asu ini, ada juga orang Belanda yang datang ke sana. Tapi orang dari negara lain juga banyak.

Namun jumlah turis yang mampir ke kepulauan Nias sekarang tidak sebanyak di zaman sebelum krismon sekitar tahun 1998, menjelang Soeharto turun tahta. Sejak itu wisata berkurang datang ke sana.

Pulau Asu811Ibu Lydia, yang tiga belas tahun lalu ke sana dan berkenalan dengan suaminya, menceritakan betapa ramainya wisman saat itu berwisata di sana. “Ketika saya ke sana dan berkenalan dengan suami saya, tiap minggu ada kapal penuh wisatawan ke sana,” katanya. “Tapi waktu kami terakhir ke sana di atas kapal hanya ada kami sekeluarga ditambah sekitar delapan turis lain,”  jelasnya.

Pukulan kedua bagi sektor wisata di kepulauan Nias, adalah tsunami dan gempa pada 2004. Kunjungan wisata ke kepulauan indah itu makin berkurang.

Promosi di Belanda
Pulau Asu41Ibu Lydia Schröder yang juga aktif bersama suaminya mendirikan Yayasan Howu-Howu yang banyak mengirim bantuan ke kepulauan Nias. Meski yayasan ini berfokus ke bantuan pendidikan, namun yayasan Belanda ini secara tidak langsung mempromosikan Nias.

“Kami setidaknya memberi ceramah tentang kehidupan mereka di sana. Dengan demikian, kami membuat iklan secara tidak langsung untuk kepulauan itu,” jelasnya.

4 Tanggapan

  1. Memang benar sekali di Nias Barat kepulauan Hinako ada beberapa pulau yang sangat menyenangkan untuk pesiar.

    Saya dan teman-teman baru saja menjelajahinya.

  2. keren..kampungku…

  3. Bener berpengaruh banget , Afya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: