Permainan Korupsi Diharapkan di Nisbar Tak Akan Terjadi

*Usut dugaan korupsi proyek UPRJJ Nias

GUNUNGSITOLI – Sejumah kalangan di Kab. Nias meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi pada pengerjaan proyek jalan senilai Rp1.425.000.000 yang dikelola Unit Pemeliharaan dan Rehabilitasi Jalan Jembantan (UPRJJ) Nias.

Desakan itu disampaikan ketua LSM LP2KHN Kabupaten Nias Herman Jaya Harefa kepada Waspada, tadi malam, di Gunungsitoli. Herman menjelaskan, tahun 2008 Dinas Jembatan dan Jalan Provonsi melelang pekerjaan pembangunan jalan hotmix sepanjang 1 km di Desa Hiligeo Afia km 56.5 Kec. Lotu senilai Rp 1.425.000.000 yang dimenangkan PT ROY dengan Direktur SP Sianturi

Setelah kedua belah pihak menandatangani kontrak kerja di mana Togu Tambunan selaku Kuasa Pengguna Anggaran, Agustinus Lase sebagai PPTK dan SP Sianturi selaku Direktur PT ROY, maka oleh Dinas Jembatan dan Jalan Provinsi membayarkan uang muka kepada PT ROY sebesar 20 persen dari nilai kontrak atau lebih kurang Rp285 juta.

Namun setelah LSM – LP2KHN Kab. Nias menelusuri pekerjaan itu, ternyata PT ROY belum menyelesaikan pekerjaan tersebut. Bahkan pekerjaan yang telah dikerjakan hanya berupa  pemasangan parit ± 50 meter dengan harga tidak lebih dari Rp20 juta.

Setelah berakhir tahun anggaran 2008 oleh LSM -LP2KHN pada bulan Maret 2009 mempertanyakan hal tersebut itu kepada Togu Tanbunan sebagai kuasa pengguna anggaran dan olehnya mengakui bahwa pekerjaan tersebut tidak bisa dilaksanakan oleh karena AMP tidak diberikan oleh PT Duta Graha.

Menjawab pertanyaan seputar pertanggungjawaban uang muka yang 20 persen tersebut Togu Tambunan mengakuinya tanpa memberikan penjelasan bagaimana cara untuk mengembalikan uang negara tersebut.

Menurut Herman, pihaknya belum lama ini mempertanyakan langsung uang muka proyek yang telah dicairkan kepada Direktur PT ROY SP Sianturi dan mengakui uang muka proyek itu sudah terlanjur terpakai. Pada kesempatan itu dengan entengnya SP Sianturi mengatakan, untuk solusinya pihaknya sedang memperjuangkan peluncuran kembali pekerjaan tersebut untuk tahun anggaran 2009 pada Dinas Jalan dan Jembatan Provsu.

LP2KHN Kabupaten Nias mensinyalir telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi pada pengerjaan proyek dimaksud yang belum dipertanggungjawabkan penggunaan anggarannya dan untuk itu meminta penegak hukum mengusut kasus ini dan memproses para pelaku sesuai hukum.

Sebelumnya Togu Tambunan, ST yang dikonfirmasi mengaku proyek ini tidak selesai dilaksanakan karena rekanan kesulitan mendapatkan material hotmix dari PT Duta Graha Indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: