IKGT (Ikatan Keluarga Gulö Tuhama’öchö) Famahatö Zino Muzawili Ma’uwu Zisambua Tua

* Peristiwa Marasusi/pembunuhan tentara Jepang turut menyebabkan penyebaran penduduk desa Tetehösi.

Tetehosi, Moro’ö – Nias Barat

Keluarga besar mado Gulö yang tergabung dalam ikatan keluarga Gulö Tuhama’ökhö (IKGT) akan berusaha menjangkau para talifusö yang merupakan satu keturunan dari Balugu Taha Ma’öchö, demikian dikatakan bapak H.S. Gulö/Ama Fite Ketua Umum IKGT dari desa Tetehösi Mandrehe – Nias Barat.

Menurut Ama Fite Gulö IKGT telah sangat solid dalam persaudaraan yang penuh kekeluargaan karena anggota IKGT ini mayoritas keturunan dari Balugu Tuhama’öchö salah seorang marga Gulö yang memiliki keturunan yang telah menyebar diberbagai desa di Pulau Nias seperti :

1. Tetehösi
2. Lasara bahili di desa Simaeasi
3. Hiliwa’ele desa Ononamölö III
4. Sihare’ö di desa Iraonogambo
5. Orahili Badalu 6. Lauru Mazingö
7. Hili Sörömi
8. Hili Gambukha
9. Onolimbu Yöu
10. Hili Walo’o II
11. Hili Hambawa
12. Hiligeo di desa Boto Na’ai
13. Doli-doli
14. Baho di desa Lölözirugi
15. Hilimböwö di kecamatan Lölöfitu Moi
16. Soroma Asi di kecamatan Lölöfitu Moi
17. Sogara-gara di kecamatan Lölöfitu Moi.

Dan diperkirakan masih banyak lagi yang belum terjangkau keturunan Balugu Tuhama’öchö karena beliau memiliki isteri sampai sembilan orang dan selalu berpindah-pindah tempat setiap memiliki isteri baru.

Disamping penyebaran keturunan Balugu Tuhama’öchö karena selalu berpindah-pindah juga adanya perpindahan karena peristiwa perang melawan tentara jepang yang dikenal dengan peristiwa Marasusi dimana setelah penduduk desa Tetehösi membunuh tentara jepang maka dengan jumlah yang lebih banyak kembali tentara jepang mencari para pria desa Tetehösi untuk ditangkap dan dibunuh.

Pembunuhan tentara jepang sendiri adalah akibat mereka menghina penduduk dengan menyuruh setiap penduduk menyediakan upeti uang/pajak didalam potongan bambu yg berlubang dan digantung dileher seperti kalung shg kalau jepang lewat tinggal mengambilnya, hal ini yang tidak bisa diterima oleh penduduk yang diperlakukan seperti binatang/anjing, maka ketika tentara jepang melewati desa Tetehösi terjadilah pembunuhan terhadap tentara jepang.

Dan untuk menyelamatkan diri banyak penduduk desa Tetehösi yang keluar dari desa pergi ke daerah lain. Inilah yang coba dihimpun oleh persaudaraan di IKGT sudah sangat akrab dan saling menjaga persatuan.

2 Tanggapan

  1. IKGT Tetap bersatu.dalam satu tujuan untuk membangun dan mengembangkan budaya adat NIAS…..kami sebagai Generasi penerus slalu mendukung dalam do’a agar IKGT ini tetap ada keMajuan.

  2. saohagolo… meno terbentuk IKGT…. coba menyusul mado yang lain……
    saya bagian dari mado Gulo karena Nenek saya mado gulo dari hayo-somawo. kalau saya mado waruwu kebetulan guru saya dulu ketua umum IKGTnya ni…..
    saya punya pengalaman bergabung dengan organisasi …….yang hanya seumur jagung…….
    oraganisasi hanya untuk tujuan tertentu…….
    mudah-mudahan IKGT tidak seperti orang bodoh bilang seperti saya….
    tapi saya punya saran kepada IKGT. Boi ha Fa’aukhu daimanu (maaf bila salah berucap)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: