Pemkab Nisbar Berbuat dengan Dana Minim

Pemerintahan Kabupaten Nias Barat (Pemkab Nisbar) mulai aktif Mei 2009 walau dana untuk mendukung roda pemerintahan sangat minim, namun berkat dukungan dan rasa kebersamaan seluruh elemen masyarakatnya kendala tersebut dapat diatasi.

Demikian antara lain disampaikan Pj. Bupati Nias Barat, , S.Pd didampingi Sekda, Zemi Gulo, SH dan Asisten II, Drs. Sudirman Waruwu serta para Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Nias Barat pada keterangan persnya di Kantor Bupati Nias Barat, Selasa (29/12).

“Walau dukungan dana yang diterima Pemkab Nias Barat sangat minim untuk menyelesaikan tiga tugas pokok, kita yakni dapat membentuk organisasi perangkat daerah, memfasilitasi pembentukan DPRD Nias Barat serta memfasilitasi pelaksanaan pilkada defenitif,” kata Pj bupati Nisbar, Faduhusi Daeli, tadi malam.

Semua itu, katanya, berkat dukungan dari berbagai elemen masyarakat termasuk pers segala kendala dapat diatasi. Tanpa dukungan dari semua elemen yang ada termasuk pers, maka mustahil roda pemerintahan Nias Barat berjalan lancar.

Untuk itu, katanya, Pemkab Nias Barat dan seluruh jajaran dimasa datang kiranya dukungan positif seperti itu dapat tetap terjaga.

Diakui, belakangan ini terjadi permasalahan dalam seleksi penerimaan CPNS di kabupaten Nias Barat. Namun, pihaknya telah berupaya bekerja semaksimal mungkin untuk membuat yang terbaik dalam seleksi, tetapi masih terdapat kekeliruan oleh pihak ketiga dalam melakukan perangkingan sehingga hasilnya mendapat kritik keras.

Pemkab Nias Barat tidak berdiam diri akan hal tersebut dan terus melakukan verifikasi hasil pengumuman yang lulus dan ditemukan 5 peserta seleksi CPNS dinyatakan batal karena terbukti tidak hadir mengikuti ujian seleksi.

Terkait pengumuman CPNS Kabupaten Nias Barat, katanya, masih terdapat kekurangan sekitar 80 orang dari kuota yang telah didapatkan. Untuk memenuhi kekurangan kuota tersebut, Pemkab Nias Barat telah menyurati Menpan untuk dipenuhi kuota yang masih kurang dengan cara mengambil dari perangkingan peserta CPNS yang lalu.

Diungkapkan, pada tahun anggaran 2010 ini Pemkab Nias Barat hanya mendapatkan DAU Rp63 miliar dan DAK Rp33 miliar. Menurutnya dana yang diterima masih kurang dari kebutuhan daerah tersebut yang mana hanya mencukupi untuk belanja pegawai selama 6 bulan.

Dari dana tersebut Pemkab Nias Barat menganggarkan untuk biaya operasional sejumlah SKPD antara Rp35 juta hingga Rp75 juta dalam jangka setahun.

Pemkab Nias Barat tidak pasrah akan dana yang diperoleh melalui DAU maupun DAK tersebut, tetapi tetap berupaya untuk memperjuangkannya kepada pemerintah pusat agar ada kebijakan khusus dalam mengucurkan dana ke daerah pemekaran tersebut melalui Perubahan APBN ke depan. (dat04/waspada)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: