Pimpinan Harus Memiliki Itikad, Ilmu dan Investasi

Dr Fakhili Gulo, MSi, menyebutkan kondisi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Sumut, khususnya warga daerah Nias Barat yang belakangan ini cenderung serba pragmatis akibat terjebak iklim perkembangan sosio-politik sebagai produk reformasi di berbagai bidang, sudah mengharuskan adanya suatu pemikiran konstruktif yang perlu segera diwujudkan melalui satu lembaga semacam LSM atau organisasi secara terpadu.

“Tak bisa dipungkiri lagi, bahwa fakta yang berkembang saat ini adalah fenomena gerakan pembangunan yang ternyata tak sepenuhnya berpihak kepada masyarakat banyak. Itu bukan saja akibat kurangnya informasi atau kurangnya waktu untuk kordinasi lintas pihak tentang agenda pembangunan yang bersifat prioritas maupun berjangka, melainkan juga akibat timbulnya jarak yang semakin senjang antara seorang pemimpin dengan rakyatnya sendiri. Jadi, saat ini diperlukan satu lembaga khusus untuk inventarisasi semua aspirasi masyarakat plus seleksi terhadap semua potensi seseorang. Sehingga, kelak diperoleh sosok calon pemimpin bagaimana yang ideal dan diinginkan mayoritas masyarakat Nias Barat untuk membangun daerahnya.

Perlu memulai langkah pemulihan citra kultur-politik di Nias Barat itu,” papar Doktor Fakhili alumnus universitas Perancis ini bersemangat.

Direktur project Universitas Sriwijaya (Unsri) ini mengemukakan, fakta menunjukkan dan hal sangat menyolok saat ini, bahwa pada setiap daerah pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada), dimana rakyat semakin menuntut kepada kepala daerah terpilih karena pemimpin atau kepala daerahnya tak bisa memenuhi janji-janji di berbagai aspek pembangunan. Sehingga, masyarakat maupun para pejabat cenderung menentukan sikapnya secara individual, padahal tindak solusi itu dapat merugikan orang banyak atau pihak lain.

Hal ini, katanya, sangat nyata terjadi akibat timbulnya tradisi ‘beli suara’ atau ‘bayar jasa’ dalam bentuk ‘transaksi politik’ atau ‘politik uang’ (money politics) dalam setiap masa Pilkada. Sehingga, para pemimpin (Gubernur/Walikota/Bupati) pada umumnya mau tak mau harus mendahulukan suatu tindak kompensatif sebagai pengganti modal atau biaya pencalonannya selama Pilkada. Sehingga, pemimpin demikian tak pernah dominan apalagi fokus kepada agenda pembangunan maupun keadaan rakyatnya.

“Sistem politik kita pasca reformasi dengan modus Pilkada sekarang ini memang tak bisa lepas dari kekuatan uang bagi seorang calon pemimpin. Tapi, seorang pemimpin itu kan filosofi dasarnya adalah sosok pembangun daerah dan pemberdayaan masyarakat. Jadi, seorang calon pemimpin, termasuk untuk daerah Nias Barat sendiri, harus ada seorang calon pemimpin yang berani tampil dan maju dengan motif ‘3-I’ yaitu: Itikad (niat dan motif mengabdi dan membangun), Ilmu (pengetahuan dan wawasan intelektualitas), dan Investasi (keberanian menggunakan modal tanpa mengharap imbalan atau keuntungan finansial). Artinya, uang memang perlu, tapi jangan dijadikan unsur nomor satu, supaya bisa diikhlaskan sebagai konsekuensi membangun yang memang butuh pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan uang sekalipun.

Dengan motif ini, justru bisa mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih maju seperti orang Amerika, begitu melihat seorang calon pemimpin yang kredibel dan tampak berpihak publik, maka masyarakat sendiri pun jadi ikut menyumbang dan menyambangi ramai-ramai. Jadi, bukan hanya si calon yang keluar uang, tapi masyarakat juga…dengan motif dan alasan mempercepat pembangunan…,” papar Fakhili Gulo yang kandidat guru besar (profesor) sembari mencontohkan besarnya peranan warga AS yang mendorong kebijakan Presiden Barrack Obama melaksanakan solusi stimulus ekonomi akibat hempasan krisis moneter global beberapa bulan lalu.
Dia menambahkan, kalau motif dengan itikad dan ilmu (intelektualitas) yang demikian, maka investasi atas dana yang dikeluarkan si calon kelak akan dijadikan sebagai modal yang ditanam untuk dinikmati orang atau rakyatnya di kemudian hari. Tapi kalau dijadikan sebagai transaksi seperti tradisi selama ini, maka itu akan dijadikan objek pencari keuntungan sebelum masa dagang atau masa jabatannya.

Satu Tanggapan

  1. Ga ngerti apa yang kalian tulis-tulis ini, aku orang bloon.

    IP aku 114.122.172.183

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: