Pengalaman Berbuat di Nias Barat

Keyakinan Tinggi Dibutuhkan Untuk Berbuat Sesuatu di Kampung Halaman

Ini dikisahkan agar saudara/i yang mau membuat sesuatu kegiatan yang berkaitan dengan kampung halaman di Nias mempersiapkan mental dan keyakinan yang tinggi agar tidak mudah ‘patah’. Hal ini merupakan pengalaman penulis yang bersama teman teman ingin “menggiring” petinggi negara RI utk melihat kondisi real bumi Aechula Nias Barat. Dengan harapan sesudah menyaksikan langsung kondisi bumi Gaechula akan memudahkan pejabat kabupaten Nias Barat untuk menggenjot pembangunan mensejahterakan masyarakat.

Langkah yang saya sepakati bersama teman adalah kegiatan yang agak mudah yaitu melaksanakan sebuah seminar dengan menghadirkan menteri pembangunan daerah tertinggal (PDT) dengan topik yang langsung berfokus pada kementerian PDT yaitu Membangun Kemandirian Masyarakat.

Tiga bulan lebih sebelum pelaksanaan seminar, saya mencoba berkomunikasi dengan berbagai masyarakat yang berasal dari Nias Barat baik melalui telepon, email atau bertemu langsung mengemukakan rencana seminar tersebut. Namun hanya beberapa orang yang mendapat respon dan mayoritas cuek atau hanya dengan nada angin surga tanpa ada respon positif sama sekali..ini kesabaran awal yang harus kualami.

Sambil membangun komunikasi dengan berbagai pihak secara terus menerus, saya bersama teman mengadakan audensi kepada kementerian PDT dan diterima oleh bapak Deputi Ekonomi yang menjelaskan berbagai pembangunan yang dilaksanakan kementerian PDT sehingga membuka wawasan saya bahwa melalui kementerian ini banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh Nias Barat dan bila dengan sungguh sungguh melaksanakan apa yang difasilitasi oleh kementerian PDT maka Nias Barat akan bisa keluar dari kelompok daerah tertinggal. Informasi yang didapat ini kami teruskan kepada kepala Bappeda Nias Barat untuk didiskusikan dan diperoleh kabar bahwa pemkab Nias Barat mau ke Jakarta untuk audensi ke Menteri PDT.

Langkah selanjutnya adalah membentuk panitia lokal seminar di Nias Barat sehingga diutus salah seorang teman untuk ke Nias dan melaksanakan tugas tersebut tentu konsekwensi biaya perjalanan dan akomodasi di Nias harus disediakan. Setelah terbentuk panitia di Nias maka selanjutnya adalah mengeluarkan surat keputusan (SK) kepanitiaan oleh teman yang kebetulan memiliki sebuah lembaga. Kesabaran saya teruji lagi karena lembaga tersebut langsung putus komunikasi dan SK panitia tak keluar keluar. Terpaksa dengan rendah hati meminta agar ormas SALOM mau menerbitkan SK panitia agar kegiatan tersebut bisa dilaksanakan.

Namun kesabaran saya lagi harus teruji karena ketua umum SALOM banyak alasan yang ujung ujungnya tidak bersedia menerbitkan SK panitia padahal saya ini salah seorang penasehat DPP SALOM dan pimpinan sidang pada MUBES SALOM bulan Nopember 2008.

Bersama pejabat Bupati Nias Barat dan beberapa staf dari Nias Barat saya beraudensi dengan Menteri PDT dengan mediasi staf khusus Menteri dari tokoh Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Utara. Dan pada kesempatan itu (18 Januari 2010) saya meminta agar pak menteri hadir di Nias Barat untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar bisa bekerja keras sehingga lepas dari rkelompok daerah tertinggal yang didukung oleh penjabat Bupati Nias Barat bapak Faduhusi Daely SPd dan pak menteri menyanggupi permintaan tersebut dengan perkiraan waktu akhir Maret atau April 2010.

Atas saran teman teman karena belum ada organisasi atau lembaga yang menerbitkan SK panitia seminar maka perkumpulan Gerakan Masyarakat Nias Barat yang disingkat dengan GEMA NIAS BARAT diaktenotariskan sehingga berbadan hukum dan Gema Nias Baratlah yang menerbitkan SK panitia seminar walaupun personilnya tidak sepenuh hati bekerja. Selanjutnya panitia bekerja dengan mesosialisasikan kegiatan seminar dan membuat surat undangan kepada para pembicara termasuk kepada Menteri PDT untuk hadir membuka dan sekaligus menjadi keynote speaker seminar.

SEHARUSNYA MENTERI YANG KUNKER KE NIAS BARAT

Surat panitia yang ditujukan ke Menteri PDT saya masukkan langsung dengan mengambil tanda terima dan setiap hari saya telusuri dengan menelpon kesana sedangkan surat pemkab/Bupati Nias Barat yang kabarnya sudah diantar langsung oleh Bupati ketika saya tanya ternyata pegawai di kantor menteri PDT tidak tahu sehingga tidak bisa ditelusuri. Untuk mempercepat jawaban dari kementerian PDT mengenai waktu kesediaan pak menteri datang ke Nias Barat maka saya mengontak staf khusus yang dari PKB Sumut yang bersama-sama bertemu pak Menteri, namun jawaban beliau sangat menyedihkan saya bahwa Menteri kalau ke Nias Barat harus koordinasi dengan pemkab/Bupati untuk kunjungan kerja sedangkan mengontak Bupati tidak bisa karena handphonenya tidak hidup dan pembicaraan telepon saya dengan staf khusus tersebut terasa beliau sudah apriori, Hilang sudah kesempatan seorang Menteri menginjak Nias Barat, hal ini menguji kesabaran saya kesekian kalinya.

Dan berkat bantuan teman akhirnya saya menemukan akses kepada Menteri PDT melalui staf ahli pak menteri dengan meminta surat tanda terima surat panitia sehingga beliau bisa membantu. Saya dan teman-teman berusaha mewujudkan seminar dengan mencari berbagai alternatif pembicara. Namun Jumat, 19 Maret 2010 sore hari handphone saya ditelepon oleh staf bapak Deputi (staf pak Drs.Kana Buchorie, MSi) yang memberitahukan bahwa pak Deputi datang ke Seminar mewakili pak Menteri dan menanyakan bagaimana kesiapan pelaksanaan. Saya jawab saja telah siap sesuai dengan jadwal Kamis 25 Maret 2010. Dan saya minta berbicara dengan pak Deputi untuk memastikan, setelah no.hp beliau diberikan, saya sms untuk memperkenalkan diri lalu saya berbicara. Plong sudah Pak Deputi siap hadir mewakili Menteri ke Nias Barat.

KESABARAN DI NIAS BARAT

Selanjutnya saya menelpon panitia seminar untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan saya katakan hari senin saya sudah berada di Nias. Sementara Meiatasi Mengkoordinasikan di Nias dgn dukungan penuh dari Gema Nias Barat. Minggu 21/3 saya berangkat ke Medan (hrs koord.pekerjaan yang ditinggal di jkt) bertemu dgn beberapa orang di Medan utk persiapan seminar.lalu senin 22/3 saya ke Nias dan baru bertemu Meiatasi jam 03.00 pagi Selasa di Ocean hotel (Jln.Diponegoro) yg baru tiba dari Nisbar kehujanan naik sepeda motor.

Selasa 23/3 bersama Meiatasi mengurus surat ke Polres teramasuk minta tenaga pengamanan eselon 1 dan merental kendaraan utk jemput pak deputi. Jam 15.00 kami berangkat ke Nisbar melapor kepada pak Bupati. Disini jembatan Oyo jadi hambatan perjalanan kami, Kisah 23 d 24 Maret (Selasa Rabu). Jam 2 siang bertolak dr GST menuju Barat utk inspeksi persiapan akhir sklgus lapor Bupati. Tiba di tiba di jembatan Oyo jam 4 sore, keadaannya mobil tak bisa lewat karena ada truk bannya terperosok. Tunggu sebentar, lalu ambil keputusan lewat LoLowau saja. Tiba di Gedung Tugala jam 8 malam. Saya ditelpon pak Deputi mengenai persiapan seminar dan saya jawab 90 % siap. Jam 10 malam tiba di pendopo Bupati utk laporan akhir persiapan, setelah basa basi ini itu trmsk saya tawarkan kalau mau bicara sama p’deputi biar sy telpon tp p’bupati bilang tdk ada sinyal.  Setelah itu, jam 11 malam cabut lalu makan malam di Mandrehe.

Kami tanya ke orang2 mengenai keadaan jembatan Oyo, katanya mobil sdh bisa lewat, berangkat ke GST jam 11.30 malam pas tiba di jembatan Oyo, truk didepan kami terperosok lagi bannya. kami tunggu sambil tidur di mobil, jam 4.30 pagi Rabu ban truk sudah hampir bisa naik namun tiba2 dongkrak lepas dan mencelakai 2 orang kneknya. kami mengambil kptsan balik lewat Lolowau lagi. Jam 5.45 pagi sampai di jembatan Lahomi Fadoro tiba2 ban kanan depan mobil kami terperosok di jembatan itu. mobil kami kunci dan tinggalkan saja.

Kami mencari rumah kepala desa, kami ketok lalu ngopi2. Jam 7 pagi ada mobil penumpang mau lewat. Terpaksa mereka membantu melepaskan mobil kami dan kami pun melanjutkan perjalanan ke GST. Setelah singgah di rumah teman di Lolowau dan makan siang di Moi, kamipun tiba di hotel Binaka II Mudik Gst siang hari Rabu 24/3 dan bersama bapak Evolut, Meiatasi, Eta, Sebastian, Abineri, Yasiduhu, Fakhili, Yarmantinus, Fite dll rapat koordinasi persiapan akhir pelaksanaan seminar besok.

KISAH PAK MEIATASI DOLAI BERHADAPAN DENGAN PEJABAT NIAS BARAT

Kami dari panitia sudah menyampaikan dan koordinasi dengan pemkab perihal kedatangan DEPUTI, lalu apa yang semestinya Pemkab perbuat dan persiapakan seharusnya sudah terprogram pada saat deputi KNPDT datang. Namun sangat disayangkan, yang terjadi malah Pemkab tidak mau tahu dan ekstrimnya kami panitia dituduh membawa berita bohong perihal kedatangan deputi dan bahkan kami di katakan LSM Liar.

Memang kalau tidak dengan semangat 45 dan kami mencoba membusungkan dada walaupun respon pemkab seperti itu, pasca seminar kami coba koordinasi lagi dengan Bappeda untuk merumuskan hasil seminar sesuai dengan permintaan deputi pada saat itu untuk disampaikan kepada mereka hasil rumusan seminar. Terjadi juga hal yang kami alami dari awal adalah sikap APATIS dari pejabat yang bersangkutan. Saya sampaikan ini untuk menjadi gambaran kepada kita semua bagaiman situasi sebenarnya Pemkab Nias Barat, saya tidak bermaksud untuk Curhat tapi mencoba menyampaikan kebenaran kepada para nettter/responder (SDM Nias Barat) yang tidak langsung bersentuhan dengan pemkab setiap saat. Gambaran diatas yang menjadi momok kepada kita semua tentang kinerja pemerintahan kabupaten Nias Barat. Apa solusi dari kita semua…apakah perlu semua SDM ini pulang dan melakukakan dialog terbuka dengan pemkab..????

H-1 sebelum seminar di dahului dengan kedatangan timdari PDT sebanyak 4 orang. Banyak kami (Evolut Zebua, Yasiduhu Gulo, Eta Fajar W. Daeli, Yarmantinus Lahagu, Abisaloni Gulo, Abineri Gulo dan saya sendiri ) berbicara dengan mereka hingga larut malam tentang program-program KNPDT sampai data -data terkait program tersebut mereka minta melalui panitia. Tentu ini di luar kapasitas kami sebagai panitia, maka kami hubungi instansi terkait yaitu BAPEDA untuk datang langsung dan berbicara dengan mereka. Hal ini yang perlu kita dorong bersama supaya Pemkab Nias Barat mem-Followup terus sekaligus mempersiapkan perihal yang terkait dengan kegiatan-kegiatan selanjutnya.

Koordinasi dan sambutan positif kepada panitia seminar dari Pemkab TIDAK ADA sama sekali. Mungkin kalau mental Meiatasi bukan mental baja maka sampai detik ini paling tidak belum pernah ada eselon satu yg datang an.Menteri ke Nias Barat.

Panitia sudah mefasilitasi forum dengan kementerian PDT yg hampir semua sektor pembangunan tersedia melalui kementerian ini dan pak deputi siap membantu. Sekarang tinggal bagaimana SDM SKPD Nias Barat mau dan mampu ‘mengambilnya’ untuk kemajuan Nias Barat ? dan anggota dewan bisa membantu (mestimulus para SKPD).

Gema Nias Barat dan Panitia seminar bukan tugasnya menyusun proposal/rencana pembangunan a,b,c,d utk desa-desa tp kalau menanya-nanya proposal yg sudah dibuat SKPD/BAPPEDA dan sampai di pusat, itu bisa aja.

Saya sampaikan ini agar nuansa bersentuhan dengan ‘petinggi’ Nisbar dan masyarakat elitenya bisa tahu sehingga bisa membandingkan dengan SDM yg dituntut mindsetnya utk Nias Barat yg Maju. Terima kasih (Loni Gulo)

9 Tanggapan

  1. Yahowu pa A. Asni!

    Perjuangan Bapak luar biasa, berkat jam terbang yang tinggi dan mental baja yang dimiliki, dan oleh perkenaan Tuhan, akhirnya bapak dapat melaluinya.

    Saya kira pengalaman ini, kami pernah mengalaminya di level yang lebih rendah (tingkat desa).

    Dan sangat melelahkan karena, menguras tenaga, menyita banyak waktu dan membakar emosi, dll.
    Respon yang sangat rendah, apatis, cuek, bahkan dikatain itulah yang kita temukan.

    Sangat setuju dengan kesimpulan bapak, bahwa keyakinan yang ditinggi, disertai dengan pengorbanan itu yang kita butuhkan untuk berbuat di Nias.

    Pelayanan yang kita buat di Nias, kalau atas inisiatif kita yang di luar Nias, akan menghadapi situasi seperti diatas.
    Barangkali kalau permintaan panitia daerah, mungkin hasilnya beda.

    Sebuah Keprihatinan!

  2. Selamat buat Ketua,

    Memang betul pak Katua, Pemda memang tdk peduli, apalagi kalau mereka tau kalau sebenarnya bapak ingin menggiring Pak DR. Fakhili Gulo jadi Calon Bupati jelas saja tidak merespon. apalagi yg menyelenggarakan Bapak yang dikenal selama ini sosok yang suka menghalangi pemekaran Nias Barat. Sabar-sabar lah ya Ketua.

  3. Saohagolo pak A.Sansan Hia dan Bung Atoni Waruwu palsu.

    Aparat Pemda di Nias Barat harus kita maklumi, namun kalau ada kegiatan yg mau kita lakukan kita harus terobos. lucunya pada waktu seminar, pas pak deputi datang e..malah Pemdanya minta nempel sama pak deputi. termasuk mau ngajak makan pak deputi tapi Dolai bilang panitia sudah menyediakan makanan. Maka makanlah para PNS Pemkab bersama pak deputi memakan makanan yang disediakan Dolai walaupun mereka sepersenpun tidak menyumbang…hahaha…haleluya Dolai no’obe go Pemda.

    Bung Atoni Waruwu palsu, ada orang yg takut kalau Dr.Fakhili mau mencalonkan diri karena dia lulusan perancis dan jerman dengan jabatan sekarang anggota DPT (dewan pendidikan tinggi) Indonesia dan direktur eksekutif project di Unsri Palembang, sebenarnya tak usah takutlah silahkan berkompetisi dgn sehat.

    Mengenai saya, kalau ada yg bilang menghalangi pemekaran, itu orang yg tdk punya kemampuan utk berbuat sesuatu utk Nias Barat shg mefitnah orang lain,

    Memang di Medan ada Orang Nias Barat yg mengkampanyekan saya dan teman2 seakan-akan seperti kata Atoni Waruwu palsu, mereka sama saja dengan anda yang jika berbuat sesuatu, maka orang lain sudah tak percaya lagi kpd anda karena motivasi anda kefe sakhokho. Saran saya kepada kau yg mengaku Atoni Waruwu bertobat dan perbaiki dirilah, spy kau menjadi orang yang berguna bagi keluargamu dan orang lain. Berhentilah menumpang pada kepopuleran orang lain seperti Bung Atoni Waruwu dan Sawato Gulo dengan Agresnisbarnya dan Bung Meiatasi Dolai dengan kesuksesan mengadakan seminar dengan GEMA NIAS BARAT. Togi lalau samosa bale…..

    Bagi pembaca miAmpuni ira he, karena mereka tidak mengerti apa yg mereka lakukan. Sukses buat kita semua.

  4. Apa Atöni Waruwu diatas, juga “pemain lama” juga yang suka fitnah seperti di niasisland.com?

    Apa “pemain lama” ini juga yang bikin GEMAR NIAS BARAT?

    Pa Ama Asni, berjaga-jagalah!

  5. Nasimane yaita pak Ama Sansan, tandrö saohagölö khö Nama meno ibe’e maifu wangi’ila, cara orang bertutur kalimat dan kebiasaan menulis kata dan kalimat tertentu bisa kita tebak. cuman saya ini kadang u’o’ö manö mbila niha demi menyenangkan orang lain. itu salah satu perasaan saya yg tak bisa saya lepaskan sehingga orang kadang menyangka saya setuju dgn apa perbuatan teman ini. Tapi syukur kpd Tuhan tanpa saya rencanakan ada saja ‘ulah’ orang yg tidak benar ini sehingga saya lepas sendiri dari orang-orang ini.

    Begitu GEMA NIAS BARAT dengan kerja keras Dolai sukses melaksanakan seminar, eh ada yang menumpang sampai banyak sekali yg menelpfon saya dari Nias. Untungnya Dolai dan teman2 di Nias bisa mengklarifikasi sehingga orang yg terjebak menyadari.

    So zilucu pak Ama Sansan waktu saya di Nias. Bertemu pak ‘X’ kawannya la’omi, ditelpon pak ‘X’ la’omi menanyakan kegiatan seminar dan saya ada disitu dan speaker hp dibuka sehingga saya mendengar semua kata-kata la’omi yang menjelek-jelekan pelaksanaan seminar. haha…makila waigi-igi daruaga mr ‘X’.

  6. Ahakhö dododa, laogu nasimanö gamuatania. Harumani tebai iböhöli gamuata simanö, tebai itögi lalania.

    Baga caramö wo sikapi amuata la’ogu pa A. Asni. Ya i tolo ia Yesu, enaö amuata saekhu ba zomasi NAma nifalua nia.

    Yahowu!

  7. HANYA SATU KATA YANG BISA SAYA UCAPKAN “LUAR BIASA”.
    TERIMA KASIH.
    HP. 081288326636

  8. Kepada Panitia Pelaksana Seminar Saya Ucapkan Selamat
    Mohon Maaf bukan saya Puji, hanya Sekelumit Putra Gaekhula yang punya potensi diluar Nisbar ( Maksudnya domisili diluar Nisb ar ) mau mengangkat harkat dan matabat Nisbar melalui Seminar, bagaimana merubah terbelenggunya suatu daerah dengan semboyan ” Daerah tertinggal ” .Tanggapan dingin Pemda Kabnisbar tentang Pelaksnaan Seminar keterlaluan dan “terkutuk ” ada orang yang mau membangunkan dari tempat tidurnya malah dia tanggapi negatif, LSM Liar. Harusnya itu kewajiban Tuan Bupati Nisbar dan tuan Sekdanya mempersiapkan segala Akomodasi Seminar sebab yang datang Menteri ( Pembantunya Presiden ) bukan naumpang makan kepada pelaksana seminar. Ngerti gak Pemda Nisbar apa tujuan Seminar itu ( selama ini Pemda Nisbar apa sih yang ia kerjakan ……? ) kerja tanpa Visi dan Misi, habis bulan tu nerima gaji. Lengeserkan saja Bupati Nisbar/Sekdanya itu. Mereka lebih gesitnya mencari keuntungan saat merekrut CPNS di Nisbar yang hingga saat ini tak jelas jantrungannya. Terima kasih. 081 363 064 261

  9. Semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menggoyahkan. Tegar dan pupuk pelihara semangat ’45.
    Saya mencintai Nias Barat. Gema Nisbar maju trus dan berjuang demi kepentingan bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: